Cara menanggulangi tawuran

Image

Belakangan ini sedang marak di telinga kita dan di dunia berita multimedia ataupun media online tentang tauran antar sesama pelajar di DKI Jakarta.

Antara  SMUN 6 bulungan dan SMUN 70 bulungan. Yang  menewasakan salah seorang pelaja dari SMUN 6 bulungan yang bernama Alawi, siswa kelas X SMA 6 pada tanggal 24 september 2012 . Kedua sekolah ini sudah lama sekali bertetangga dan anehnya meskipun ke 2 sekolah ini sudah bertetangga sejaklama tetapi sudah sering kali terlibat bentrokan/berkelahi berkali-kali

Entah apa yang salah dalam dunia pendidikan kita? Sungguh menyilukan. Miris hati kami melihat kejadi yang memilukan ini. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ada yang salah dengan dunia pendidikan kita ? apakah pergaulan di Jakarta ini sudah tidak sehat? Atau kah guru-guru mereka yang tidak bisa mendidik anak-anak murid mereka dengan baik?

Memang aneh dan tidak bisa di percaya sekolah yang berdampingan bisa terlibat perkelahian/tawuran yang sudah terjadi bertahun-tahun lamanya. apa yang sebenarnya mereka cari dan apa yang sebenarnya mereka inginkan?

 

Menanggulangi masalah tawuran di Jakarta ini Sebenarnya ada suatu metode atau strategi, yang disusun secara sistematis sebagai suatu usaha untuk mempengaruhi atau merubah perilaku seseorang. Metode ini dikenal dengan nama “Behavior Change Communication” (BCC). Awalnya metode ini hanya diterapkan di bidang medis, namun belakangan semakin meluas, hingga menjadi suatu metode pendekatan yang seringkali diterapkan di masyarakat dalam usaha merubah perilaku untuk menyelesaikan atau mencegah terjadinya suatu masalah. Secara umum, metode ini terdiri dari beberapa step, mulai dari penyajian data, pengungkapan permasalahan-permasalahan yang terjadi serta dampak yang diakibatkan, hingga terjadi proses refleksi kedalam diri, kemudian terjadilah proses berpikir, hingga akhirnya menghasilkan suatu ‘kesepakatan tindakan’ yang merupakan perubahan ke arah positif dari tindakan sebelumnya yang pada proses refleksi diri dinilai kurang tepat. Sesederhana itu kah? Tentu saja tidak, karena pada kenyataannya, untuk memfasilitasi proses tersebut bukan perkara yang mudah, terutama jika dilakukan interpersonal (antar individu).

Sebenarnya, selain bisa diterapkan antar individu, metode ini juga bisa diterapkan melalui media dalam bentuk komunikasi massa. Dalam hal mencegah dan menanggulangi masalah tawuran, penerapan melalui media ini dapat dilakukan dalam bentuk talkshow dengan mengundang pembicara-pembicara yang pernah terlibat langsung dalam tawuran, baik sebagai pelaku maupun korban. Tidak bisa dipungkiri bahwa proses refleksi akan lebih mudah berjalan jika menghadirkan orang-orang yang memang memiliki ‘pengalaman’ terkait topik yang sedang dibicarakan.

Beberapa hari yang lalu, pernah juga ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta talkshow semacam itu. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk pendekatan untuk merubah perilaku masyarakat dengan metode BCC. Namun yang perlu di tekankan, talkshow semacam itu seharusnya tidak hanya dilakukan sekali, hanya jika ada korban jatuh saja, melainkan dilakukan berulang-ulang secara terus menerus dalam kurun waktu tertentu, karena semakin sering proses refleksi itu berlangsung, maka semakin besar kemungkinan ‘pemberian pengaruh’ itu diterima, diterapkan, hingga menjadi suatu kebiasaan di masyarakat.

Terlepas dari perubahan perilaku yang sebenarnya bisa dilakukan, tetap saja, akan jauh lebih mudah jika sejak awal, perilaku tersebut dibentuk dengan sebaik-baiknya. Bukankah, mencegah lebih baik daripada mengobati?

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s